202 Pedagang Pasar Jongkok Bersedia Dipindah

 

Pernyataan tersebut terkait dengan Pemkot Pekanbaru menyediakan lahan seluas 2,1 hektare di Jalan Purwodadi dengan membangun kios dan los sebagai lokasi penampungan sementara yang jaraknya sekitar 2,7 km dari lokasi awal. Namun, lokasi penampungan itu karena hasil kesepakatan pedagang dengan Pemkot Pekanbaru bahwa mereka berjualan di bahu Jalan H.R. Soebrantas, biasa disebut Pasar Jongkok, maka dianggap sebagai menambah kemacetan arus lalu lintas.

Setiap pekan petugas Satpol PP melakukan operasi penertiban berakhir bentrok. Maka, pihak DPRD Kota Pekanbaru menyarankan supaya pedagang direlokasi.Menurut dia, Pemkot Pekanbaru membangun sekitar 900 kios untuk tempat penampungan agar pedagang tidak lagi berjualan di bahu jalan karena dianggap membahayakan keselamatan mereka dan pengguna jalan. Dia mengatakan bahwa kios untuk penampungan pedagang itu saat ini hampir rampung dan petugas mengerjakan saluran pembuang agar air dapat mengalir ke hilir dan tidak tergenang di aeral pasar.

Dari pertemuan beberapa waktu lalu, kata dia, jumlah pedagang yang protes menyangkut pemindahan sudah tidak terdengar lagi. Noer mengatakan bahwa Pemkot Pekanbaru memberikan solusi bila berjualan di bahu jalan tentu berdampak terhadap kemacetan lalu lintas dan juga berbahaya terhadap pedagang. Sebelumnya, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pasar Pemkot Pekanbaru Mursidi menargetkan relokasi para pedagang di Jalan H.R. Sobrantas pada akhir Mei 2013. ( Antara Riau){jcomments on}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.