Jalan Rusak Berat, Warga Kampar Kiri Ancam Blokir Jalan

 

Pria yang akrab disapa Anil ini mengakui, Ahad kemarin sejumlah komponen masyarakat diantaranya  kepala desa, tokoh masyarakat dan mahasiswa dari desa  yang terkena dampak kerusakan jalan   melakukan pertemuan di Desa Lubuk Agung. Dan dari pertemuan itu masyarakat berencana akan melakukan aksi pemblokiran jalan Kamis (21/11/2013) nanti.
Diantara Kades yang hadir adalah Kades  Muara Selaya, Kades Empat Koto Setingkai, Kades  Sungai Raja dan perwakilan masyarakat beberapa desa lainnya.

Sementara di tempat terpisah,  anggota DPRD Kampar Ramadhan S.Sos yang juga berasal dari daerah pemilihan se-Rantau Kampar Kiri menegaskan, pihak PT Arara Abadi merupakan salah satu pihak yanh  harus bertanggungjawab terhadap kerusakan ini. Dia mengaku heran sebab pihak perusahaan tetap saja membandel karena tetap menggunakan ruas jalan ini meski sejauh ini  belum ada kesepakatan yang berhasil  dibuat oleh PT Arara Abadi dengan masyarakat maupun  dengan Pemrpov Riau mengenai perbaikan jalan.

Dikatakan Ramadhan, sebelum persoalan ini kembali mencuat,  masyarakat telah berupaya membuat kesepakatan dengan melakukan pertemuan dengan perwakilan PT Arara Abadi dan Pemprov Riau sebelum masuknya bulan suci Ramadan lalu, namun dalam pertemuan tersebut belum menghasilkan keputusan apa-apa.

“Sekarang mereka tetap nekat  masuk dan menggunakan jalan ini   seolah persoalan mereka telah  selesai dengan masyarakat. Jadi masyarakat kaget kok bisa turun, sementara  keputusan belum ada,” ucapnya.

Ruas jalan Lipat Kain-Lubuk Agung pada umumnya dalam kondisi rusak. Kerusakan terparah diantaranya terdapat di kilometer (KM) 9 dan  10 Desa Tanjung Mas dan di Dusun Siasam Desa Padang Sawah.Lebih lanjut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Kampar itu mengatakan,  PT Arara Abadi melakukan panen sekali dalam 5 tahun.

Namun setiap kali usai panen, perusahaan terkesan tidak bertanggungjawab dengan kerusakan jalan yang terjadi. Dan itu seringkali terjadi.”Sudah panen lalu pergi,  jalan rusak tak diperbaiki lagi,” ulasnya.

Jalan Multiyears Kampar Juga DilewatiAkibat truk bermuatan berat PT AA imbuh Ramadhan juga menyebabkan jalan yang dibangun dengan dana multi years Pemkab Kampar juga terancam rusak. Hal ini karena truk PT AA juga melintas di ruas jalan Lipat Kain-Gema.

“Kalau mau menuju jalan Lintas Tengah Pekanbaru-Teluk Kuantan sebenarnya mereka lurus,  cuma karena belum selesainya persoalan  dengan yang punya  tanah, maka mereka  masuk ke jalan aspal multi years yakni jalan akses Lipat Kain-Gema yang dilewati sama dia sepanjang satu  kilometer. Walau ada portal dilarang masuk untuk mobil diatas 8 ton, namun mereka (truk PT AA) tetap masuk,” ucap Ramadhan.

Sementara terkait hal itu, Humas PT Arara Abadi Nurul Huda kepada wartawan membantah bahwa kerusakan tersebut akibat PT Arara Abadi. “Perlu diketahui bahwa tak ada PT Arara Abadi disana,” ucap Nurul, Senin (18/11/2013) sore.

Dia minta wartawan memastikan dulu apakah PT Arara Abadi beroperasi dilokasi tersebut.
Dia menambahkan, kerusakan itu tak bisa hanya menyalahkan satu perusahaan sebab truk lain juga tetap banyak melewati jalan tersebut meski dalam kondisi musim hujan sekarang. Dikatakan, PT Arara Abadi dalam operasionalnya tetap merawat jalan yang dilalui. (rya){jcomments on}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.