Kampar peringkat 2 kasus Perceraian di Provinsi Riau

 

Untuk menurunkan angka perceraian tersebut PA Bangkinang telah melakukan beberapa kegiatan di antaranya mediasi terhadap masyarakat dengan cara sebelum dilanjutkan kasus tersebut PA melalui hakim mediator menasehati dan memberikan pengarahan tentang dampak-dampak perceraian yang akan dilakukan oleh masyarakat tersebut.

Kemudian masyarakat tersebut diberikan waktu untuk melakukan intropeksi diri dan berpikir lebih jauh lagi terhadap apa yang akan dilakukannya.Walapun demikian upaya mediasi yang telah dilakukan kurang maksimal, hal ini terlihat dari angka keberhasilan mencapai 30 persen berhasil dan 70 persen tidak berhasil namun upaya terus di lakukan agar masyarakat benar-benar mengerti dampak-dampak percerain tersebut.

Sedangkan untuk tahun 2013 hingga bulan agustus ini sudah mencapai lebih kurang 400 kasus. Demikian data yang didapat dari PA Bangkinang dan hal tersebut diakui oleh Ketua PA yang baru Mhd Nasir S SH MHi saat acara Serah terima jabatan ketua pengadilan agama bangkinang dari Dra Lisdar kepada Drs H Mhd Nasir S SH MHi di hotel alta Bangkinang. 29/8 Nasir S mengatakan bahwa sejuta harapan yang harus digapai karena kampar begitu besar mencapai 21 kecamatan dan 251 desa  namun dengan kerjasama yang baik tentu saja yang berat  terasa ringan baik antar pegawai maupun pimpinan daerah agar kita tahu apa penyakit masyarakat khususnya tentang perceraian. tugas PA saat ini sangat banyak dan cuku berat  oleh karena itu perlu sosialisasi yang baik terhadap masyarakat dan butuh kerjasama dari seluruh pihak. “Kita tetap mensosialisasikan undang-undang pernikahan baik dari aturan pemerintah, agama, sosial kemasyarakatan, psikologi maupun dampak suatu perceraian kepada masyarakat”.tutur NasirSelain itu kita juga melakukan mediasi melalui hakim mediator bagi masyarakat yang ingin melakukan perceraian sehingga dampak-dampaknya dapat diketahui oleh masyarakat.

Nukman Hakim SH asisten Pemerintahan Setda Kampar mewakili Bupati Kampar dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini pemerintah Kabupaten Kampar sedang menggalakkan tentang program magrib mengaji.Program ini butuh uluran tangan dari semua pihak untuk mensukseskan program ini karena saat ini banyak sekali alat-alat untuk menghancurkan akhlak dan moral masyarakat sampai kepelosok desa.

Kepada Ketua PA yang baru selamat datang selamat bertugas dengan harapan nantinya mampu menjalankan tugas dengan baik.Kepada ketua PA yang lama Nukman mengatakan bahwa terimakasih atas semua tugas yang telah dilaksanakan dalam membantu kampar dalam pembangunan  semoga sukses di tempat yang baru yakni di Aceh. Dra Lisdar dalam sambutannya mengatakan ” satu tahun kurang empat hari bertugas di kampar banyak sekali tantangan yang langsung dihadapkan langsung kepada masyarakat karena permasalahan yang dihadapi ini adalah bagaimana penyelesaian keluarga”.ujarnyaDiakuinya bahwa masih banyak yang dapat belum direalisasikan program kegiatan yang telah disusun karena sarana dan prasarana dan SDM aparaturnya namun PA bangkinang cukup bersaing dalam Ilmu Tehnologi se-provinsi Riau.

Untuk itu kepada ketua PA yang baru mengharapkan agar dapat melaksanakan dengan baik di Kampar melalui pendekatan-pendakatan yang lebih baik lagi kepada masyarakat.Di sisi lain Lisdar meminta doa restunya dari masyarakat terutama pegawai PA Bangkinang agar nantinya ketika melakukan tugas di Aceh dapat berjalan dengan sukses.Seperti diketahui Dra Lisdar pindah ke Mahkamah Syariyah Aceh sedangkan ketua PA Bangkinang yang baru Mhd Nasir S SH MHi berasal dari PA Koto Baru Kabupaten Solok Sumatera Barat (Humas Kampar){jcomments on}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.