Kapolres Kampar Bantah Warga Senama Nenek yang Tertembak

 

Pernyataan itu terkait berita dan isu luka tembak yang dialami  warga bernama Junaidi yang dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pasca bentrok Senama Nenek.
 
Kapolres Kampar menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan medis tim dokter, luka yang ada di kaki Junaidi tidak  ciri khas sebagaimana luka tembak, sehingga dokter berkesimpulan bahwa Junaidi mengalami luka karena terkena benda tumpul. “Kepada dokter, si pasien juga menyampaikan tidak mengetahui persis penyebab luka di kakinya,” tukas Kapolres sekaligus menyebutkan bahwa dia tidak pernah  mengintruksikan penembakan pada pengamanan di Senama Nenek.Pihak aparat keamanan tidak ada melakukan aksi penembakan terhadap warga Senama Nenek bernama Junaidi yang mengalami patah tulang pada bentrok di Senamanenek antara warga dengan karyawan PTPN V Sei Kencana, Senin (21/10).
 
Pasca bentrokan yang terjadi, Senin (21/10) antara  pekerja PTPN V dengan warga Desa Senama Nenek Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, situasi keamanan dan ketertiban di lokasi terjadinya bentrok dan di desa tersebut aman dan tertib.Dikatakan, meski situasi telah aman, namun di lokasi masih dilakukan pengamanan. Ada sebanyak 160 personil polisi, yakni 100 personil dari Brimob Polda dan sisanya 60 orang personil dari Polres Kampar.Sementara itu dari Senama Nenek, suasana desa aman dan damai. Menurut beberapa warga, masyarakat masih banyak berdiam diri di rumah. Banyak masyarakat masih trauma dengan aksi penangkapan oleh polisi terhadap puluhan warga di Desa Senama Nenek, Senin (21/10/2013) sore.(suarakampar){jcomments on}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.