Kloter 10 Telah Berada Di Madinah

 
Hakam mengatakan, jarak dari pemondokan Jem’ah Calon Haji Kab. Kampar dari Gulnar Toyibah ke Masjid Nabawi ini berkisah lebih kurang 50 meter, yang mana saat ini Jem’ah Calon Haji Kab. Kampar sedang melaksanakan  sholat Arba’in yangbiasa dilaksanakan 40 kali, pada tahun ini Jema’ah Calon Haji Kampar kloter 10 diberi waktu sebanyak 43 kali.
 
Hakam menjelaskan, Arbain ini adalah sebuah silsilah ibadah shalat fardhu yang dilakukan sebanyak 40 kali tanpa terputus sekalipun. Sebagaimana yang disampaikan dalam sebuah hadits Rasulullah Saw Dari Anas bin Malik yang diriwayatkan secara marfu” bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang shalat di masjidku (nabawi) sebanyak 40 kali shalat tidakterlewat satu kali pun, maka telah ditetapkan baginya kebebasan dari neraka, keselamatan dari adzab dan kemunafikan.” (HR Ahmad dan At-Thabrany).
 
Rasulullah SAW pernah bersabda bahwasanya shalat di masjid Nabawi pahalanya adalah 1000 kali lipat dibanding shalat di tempat lain. Sebagaimana sabdanya: “Shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama 1000 kali dibanding shalat di masjid lainnya kecuali di Masjidil Haram dan shalat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali shalat daripada masjid lainnya”. (HR. Ahmad Ibnu Huzaimah dan Hakim).
 
Hadits ini menjadi stimulan dan motivasi bagi setiap muslim khususnya jema’ah haji Kab. Kampar yang berada di Madinah untuk memperbanyak ibadah di masjid Nabawi wa bil khusus ibadah shalat baik fardhu maupun sunnah. Maka tak jarang demi mempertahankan shalat berjamaah di Masjid Nabawi ini, terlihat banyak sekali jemaah haji yang rela beri’tikaf di masjid berlama-lama hanya demi menunggu datangnya waktu shalat berjamaah. Dari waktu shalat yang satu ke waktu yang lain mereka semua menanti dengan penuh harap.

Sementara itu, jema’ah Calon haji Kab. Kampar Juga berdo’a di Raudhah yang terletak didalam Masjid Nabawi. Lokasi raudhah ini ditandai oleh tiang-tiang yang memiliki ornament yang indah yang berbeda dengan tiang masjid nabawi lainnya, dan karpet lantainya berwarna hijau berbeda dengan lantai masjid nabawi lain yang pada umumnya berwarna merah. Di dalam Raudhah terdapat banyak tiang yang memiliki riwayat sejarah yang penting, ada tiang ‘Aisyah, tiang pengawal, tiang tempat tidur, tiang utusan dan sebagainya, dan tiang yang paling utama yang sangat dianjurkan untuk beribadah didekat tiang ini adalah tiang ‘Aisyah karena Rasulullah pernah menunjukkan tempat yang paling baik untuk berdoa kepada Aisyah yang kemudian Aisyah selalu beribadah dan berdoa ditempat itu, dan ditiang Aisyah itulah banyak diantara sahabat, tabi’in, ulama’ dan ahlul khoir yang beribadah dan berdoa dibawah tiang ini. Rasulullah SAW bersabda : “Diantara rumahku dan mimbarku adalah taman (raudhah) diantara taman-taman surga” tutup Hakam.[Humas Kampar]{jcomments on}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.