Konser Perjalanan J-Rocks Satu Dekade

 

Tak hanya itu, J-Rocks juga berkesempatan membuat video klip untuk lagu mereka yang berjudul “Mestinya Ku Akhiri Semua”, lagu ini terdapat dalam album kompilasi Nescafe Get Started.

Penghujung tahun 2004 merupakan titik balik perjalanan karir band yang digawangi oleh Iman (vokal & gitar), Wima (bass), Sony (gitar) dan Anton (drum) di industri musik Tanah Air, J-Rocks menandatangani kontrak kerjasama dengan PT Aquarius Musikindo untuk menggarap album perdana berjudul “Topeng Sahabat” yang dirilis pada bulan Mei 2005. 

Dengan segala keunikan dan kekhasannya, J-Rocks berhasil memikat pecinta musik Tanah Air. Hal ini terbukti dengan suksesnya album perdana J-Rocks di industri musik Tanah Air. J-Rocks pun sukses menjadi salah satu trend maker, tak berlebihan rasanya jika kita menyebut J-Rocks sebagai salah satu trend maker di industri musik Indonesia karena style, fashion dan musik J-Rocks, telah memberi warna baru di industri musik Indonesia.

Tahun 2007 J-Rocks merilis album kedua berjudul “Spirit”, judul album ini merupakan salah satu track dalam album kedua. Album yang diproduseri oleh Bongky (BIP) ini terasa kian matang, khususnya dalam hal musikalitas, tentunya  dengan tetap mempertahankan keunikan dan kekhasan yang dimiliki J-Rocks. Single pertama album Spirit yang berjudul “Kau Curi Lagi”, J-Rocks berkolaborasi dengan Prisa, seorang pendatang baru di musik Indonesia.

Untuk single kedua yang berjudul “Juwita Hati”, J-Rocks melakukan shooting video klip dan promosi album di Tokyo – Jepang, pada tanggal 10 – 15 November 2007. Dalam proses shooting video klip single kedua ini J-Rocks melibatkan 3 orang J-Rockstars (sebutan bagi fans J-Rocks) sebagai model video klip dan Hedy Suryawan (arcadia) sebagai sutradara video klip.

Tahun 2008, melalui persiapan yang matang, kinerja yang menakjubkan dan tema kuat yang terkonsep dalam festival musik terbesar di Indonesia:  A Mild Live Soundrenaline 2008, akhirnya J-Rocks berhasil mendapatkan kesempatan untuk melakukan rekaman di studio berskala internasional, yaitu Abbey Road Studio. Studio ini telah melahirkan berbagai mahakarya dari musisi-musisi ternama dunia, seperti The Beatles, U2, Pink Floyd, Oasis, Coldplay dan musisi-musisi internasional lainnya.

Di bawah tangan dingin sound engineer ternama Chris Bolster, J-Rocks melakukan sesi rekaman lagu berjudul “Falling in Love” secara live, lagu ini direkam dalam dua bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Selama sesi rekaman berlangsung, J-Rocks mengabadikannya dengan melakukan proses shooting video klip. Lagu berjudul Falling in Love, Meraih Mimpi, Hanya Aku serta komposisi instrumental dikemas dalam format mini album bertajuk “Road to Abbey”.

“Rekaman secara live di Abbey Road Studio merupakan pengalaman yang sangat seru, karena ini pertama kalinya kami melakukan rekaman secara live. Chris Bolster juga banyak membantu kami dan memberi beberapa saran mengenai ejaan lirik yang benar dan tata suara,” ujar Iman.

Dalam satu dekade ini J-Rocks telah berhasil merilis 5 album / mini album, dan project rekaman lainnya serta telah menjadi Brand Ambasador beberapa produk.

J-Rocks 10 Years…

Memperingati satu dekade perjalanan J-Rocks di blantika musik Indonesia, J-Rocks akan menggelar konser bertajuk “Sebuah Perjalanan J-Rocks Satu Dekade”, yang akan digelar di Gedung Kartika Graha, Malang, pada 16 November 2013. Alasan konser digelar di kota Malang adalah karena Jawa Timur merupakan salah satu wilayah dengan fanbase J-Rockstars terbesar di Indonesia.

Tak hanya menggelar konser akbar, momentum satu dekade ini akan dilengkapi dengan dirilisnya buku J-Rocks berjudul “Untuk Bintangku (The Untold Story of J-Rocks)” dan abum baru berjudul “Fly Away”, yang akan dirilis pada 19 Oktober 2013.

Proses penggarapan buku Untuk Bintangku (The Untold Story of J-Rocks) dilakukan sekitar empat bulan dan buku ini secara ekslusif ditulis oleh personil J-Rocks sendiri, buku ini akan mengulas seluruh ‘rahasia dapur’ J-Rocks. Tak hanya itu, J-Rocks juga mengajak J-Rockstars untuk terlibat di dalam buku ini, seperti menampilkan foto-foto J-Rockstars dengan berbagai atribut, pernak-pernik dan koleksi yang berhubungan dengan J-Rocks.

Sedangkan untuk album Fly Away, proses penggarapan album ini dilakukan sekitar dua tahun dan proses rekaman seluruh materi di album ini dilakukan di Indonesia, tepatnya di studio Aquarius. Album Fly Away berisikan 10 track, secara komposisi musik album ini cukup fresh karena menambahkan berbagai unsur baru seperti elektro, rapp dan orkestra, tentunya dengan tetap mempertahankan karakter musik asli J-Rocks.

J-Rocks mendedikasikan konser, buku dan album ini untuk seluruh teman, sahabat, keluarga dan tentu saja J-Rockstars yang selama satu dekade ini telah memberikan dukungan yang luar biasa. Di mata J-Rocks, fans menjadi bagian yang tak terpisahkan karena fans telah menjadi ‘spirit’ yang membuat J-Rocks eksis dan terus berkarya selama satu dekade di musik Indonesia.

“J-Rockstars adalah ‘spirit’, yang membuat kami terus ada dan berkarya di musik Indonesia, mereka adalah anggota ke-5 dari J-Rocks,” ujar Anton.

Seniman atau musisi yang selalu berinovasi dalam setiap kreasinya akan selalu mendapat tempat di hati masyarakat, hal inilah yang terus dilakukan J-Rocks. Sebagai salah satu trend maker di indusrti musik Indonesia, kedepannya J-Rocks akan membuat berbagai terobosan, seperti dalam hal fashion dan style.

Perayaan satu dekade perjalanan J-Rocks di blantika musik Indonesia dengan menggelar konser akbar, merilis buku dan album baru merupakan tiga kejadian besar yang akan membingkai indah setiap catatan sejarah dalam satu dekade perjalanan J-Rocks di blantika musik Indonesia. Congratulation J-Rocks…  [kev]{jcomments on}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.