Krisis Listrik, Puluhan Massa Frontal Datangi DPRD Kampar

 

Massa Frontal ini disambut oleh Wakil Ketua DPRD Kampar H Yurjani Moga dan Anggota Komisi IV DPRD Kampar Catur Sugeng Susanto dan kemudian menggelar dialog di Ruang Banggar DPRD Kampar.

Kedatangan puluhan anggota Frontal ini merupakan aksi kedua dalam menyuarakan krisis listrik terutama 9 desa di Kecamatan Tapung. Aksi pertama dengan melakukan unjuk rasa pada 26 Agustus lalu.

Dewan Presidium Frontal Polman P Sinaga didampingi    Muhammad Jasa Irawan dan Muhammad Salman Alfarizi kepada wartawan  usai pertemuan dengan anggota DPRD Kampar menyampaikan, kedatangan mereka ke Gedung Rakyat kemarin untuk memberitahukan  Pemkab Kampar  dan DPRD mengenai persoalan listrik yang saat ini belum terselesaikan di Tapung.

Polman menambahkan, Pemkab atau PLN diminta mencari solusi penambahan travo, penggantian kabel pembagi di setiap desa. Masyarakat berharap kepada Pemkab dan DPRD serta manajemen PLN koordinasi mengenai masalah listrik di Tapung.”Kita datang kesini desak wakil rakyat terutama dari Dapil Tapung segera anggarkan kebutuhan komponen travo, kabel pembagi, express feeder. Kalau yang terakhir ini express feeder karena dananya  miliaran maka cukup penambahan travo dulu dan mengganti kabel pembagi,” ucap Polman.

Akibat minimnya travo dan sering mati aliran listrik telah banyak masyarakat dirugikan karena banyaknya peralatan elektronik yang rusak.Perjuangan Frontal ini imbuh Polman juga mendapat dukungan dan kesepakatan bersama yang  ditandatangani oleh 9 Kades di Tapung yakni Kades  Tanjung Sawit, Indrapuri, Gading Sari, Sumber Makmur, Kijang Rejo, Plambayan, Indra Sakti, Mukti Sari, Tri Manunggal, Petapahan dan  Petapahan Jaya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD. Kampar H Yurjani Moga dihadapan massa Frontal mengatakan, DPRD Kampar akan menindaklanjuti dengan melakukan hearing bersama Bappeda, PLN dan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) dan perwakilan masyarakat melalui Frontal.

Yurjani menambahkan, akan menggiring usulan anggaran perbaikan listrik di Tapung pada tahun anggaran 2014 mendatang. Karena pada tahun ini tidak bisa lagi masuk dalam APBD murni maupun perubahan 2013.Sementara itu Anggota Komisi IV DPRD Kampar yang juga berasal dari Daerah Pemilihan Tapung Raya Catur Sugeng Susanto menambahkan, persoalan listrik di Tapung saat ini sangat krusial.”Kenapa saya sampaikan karena rumah saya juga di Tapung  Dan kena dampak juga,” ucapnya.

Kedepan ia berharap  Pemerintah  yang punya kewenangan agar kebutuhan perbaikan listrik ini dimasukkan dalam anggaran. Dia sangat setuju adanya pembenahan listrik di Tapung secara  menyeluruh. (suarakampar.com){jcomments on}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.