“Maawuo”, Tradisi yang Masih Jalan di Pulau Birandang

 

Ketua Panitia sekaligus Tokoh Pemuda Desa Pulau Birandang Rahmat, menyebutkan acara maawuo ini didukung para mahasiswa Kampar dan pemuda serta masyarakat.

“Mereka sangat antusias dengan diadakan ma awuo. Sebab masyarakat bisa menikmati hasil tangkapan ikan, dan kami berharap ma awuo ko dapat dilestarikan  sebagai budaya orang Ocu. Khususnya di Desa Pulau Birandang, Kecamatan Kampar Timur dan umumnya Kabupaten Kampar,”tuturnya.

Ia juga mengungkapkan,  acara Maawuo ini suda kedua kalinya,  semenjak Danau Sembat ini ada puluhan tahun lalu. “Dan harapan saya beserta  masyrakat  acara maawuo bisa di masukan ke  Budaya Nasional,”pintanya.tradisi maawoo-411x306

Tradisi maawuo ini perlu didukung oleh semua pihak. Menurut  Wakil Ketua DPRD Kampar  H.Syahrul Aidi Maazat, Lc MA ketika  membuka acara kegiatan tersebut  mengatakan,  sangat mendukung kegiatan ma awuo . “Saya berharap agar kegiatan ini terus di adakan. Karena ini budaya Kampar, seperti ini tidak  boleh untuk kita hilangkan,”ujar Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Kapan perlu budaya maawuo ini, kata Syahrul dapat terangkat ke pentas nasional agar bisa di lestarikan dan dikenal diseluruh penjuru Indonesia. Soalnya acara maawuo ini, hanya di Desa Pulau Birandang, Kecamatan Kampar Timur.

“Untuk itu acara ini akan kita tingkatkan, baik sarana prasarana nya dan akses jalan ke Danau Sembat ini akan diperbaiki. Agar iven ini menjadi iven Kabupaten,” tegasnya. [ Humas Pemkab Kampar ]{jcomments on}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.