Pekan Budaya Kampar Dilaksanakan Dipenghujung Tahun 2013

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kampar Jawahir melalui Kabid Kebudayaan Zainal Abidin saat ditemui wartawan, Senin (09/12/2013) siang menjelang sore, di Aula Kantor Disdikbud Kabupaten Kampar, Jalan DI Panjaitan, Bangkinang Kota, mengatakan bahwa Pekan Budaya Kampar akan dilaksanakan pada tanggal 14-17 Desember 2013 mendatang.

“Sebenarnya Pekan Budaya Kampar ini digelar bulan Oktober setiap tahunnya. Namun, kerena Kepala Dinas melaksanakan ibadah haji, terpaksa ditunda pelaksanaannya,” ungkapnya.

Agenda Pekan Budaya Kampar ini harus tetap diadakan tiap tahunnya karena agenda tersebut telah masuk dalam kalender tahunan.”Sampai saat ini seluruhnya sudah matang, baik mengenai administrasi maupun kegiatannya siap untuk dilaksanakan,” katanya.

Dikatakannya, bahwa Disdikbud Kampar dua bulan sebelum telah memberikan dan mengirim buku panduan kepada setiap kecamatan.Dalam rangka mensosialisasikan agenda tahunan Pekan Budaya Kampar ini dengan cara mengumumkan diradio, baliho dan media cetak maupun elektronik.

“Pekan Budaya Kampar akan dilaksanakan dilapangan Pelajar, Jalan Jend. Ahmad Yani Bangkinang Kota. Mengingat agar tidak terjadi macet sehingga jangan supaya  menggangu arus lalu lintas, selain itu juga aksesnya dekat dengan kantor-kantor dan sekolah dekat,” terangnya.

Untuk acara yang akan ditampilkan pada PBK tahun ini yaitu berbalas pantun, komedi lawak Kampar, tari daerah, festival komposisi musik tradisi dan pawai budaya serta pekan budaya.

“Dalam PBK ini, panitia juga mengundang kab/kota yang ada di provinsi Riau. Adapun jemputan kita seperti jemputan dari Kota Pekanbaru, Kab.Inhu, Kab.Inhil, Kab.Siak, Kab.Pelalawan, Dewan Kesenian Kampar (DKK), Ikatan Keluarga Kampar Malaysia (IKMAL), Himpunan Mahasiswa Kesenian Kampar (Himaska) dan Kota Dumai.

“Selain itu juga ada Temu Seniman se- Riau dan kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 21 kecamatan dan organisasi yang ada di kabupaten Kampar seperti Ikatan Keluarga Jawa, Minang, Nias. Batak, Tapanuli Selatan dan lain-lainnya,” ulasnya.

Untuk stand, panitia juga akan menyediakan selain bagi peserta kecamatan juga pihak dunia usaha maupun perbankan yang ingin menampilkan pada PBK nanti.

“Semoga dengan kegiatan ini dapat meningkatkan dan melestarikan nilai-nilai budaya. Selain itu sebagai wadah menggali dan pelestarian nilai budaya daerah guna menciptakan produktivitas budaya daerah,” tutupnya.(Arief){jcomments on}