Pelebaran Jalan Pekanbaru-Bangkinang Terus Digesa

          
Untuk itu Pemkab Kampar berharap agar seluruh Kepala Desa dan Camat, khususnya diwilayah Kecamatan Tambang yang dilintasi ruas jalan Bangkinang-Pekanbaru agar segera menginventarisir kepemilikan tanah atau persil tanah yang jelas untuk segera diberikan ganti rugi.Dan kepada masyarakat, khususnya kepada para pemilik tanah dikiri-kanan ruas jalan Bangkinang-Pekanbaru diminta untuk memberikan dukungan sepenuhnya untuk suksesnya program pengembangan pelebaran jalan Bangkinang-Pekanbaru tersebut.
          
Demikian diungkapkan Asisten Administrasi Pemerintahan Setdakab Kampar Nukman Hakim, ketika ditemui di kantor Bupati Kampar di Bangkinang Kota, Rabu (25/09/2013).Ia menambahkan bahwa pada Selasa (24/09/2013) telah digelar rapat pembahasan pembebasan lahan untuk pelebaran jalan Bangkinang-Pekanbaru yang acaranya dipusatkan di aula pertemuan kantor Camat Tambang
          
Hadir pada rapat tersebut Kabag Tata Pemeritahan Setda Kampar Syarifuddin, Kasubbag Pertanahan Bagian Tata Pemerintahan Setda Kampar Tangkas Marisi, Tim ganti rugi tanah Pemkab Kampar, Camat Tambang Rahmat, Kepala Desa Rimbo Panjang, Kualu Nenas, Sungai Pinang, Balam jaya, Tambang dan Kepala Desa Palung Raya serta warga tempatan yang memiliki persil tanah dikiri-kanan ruas jalan Bangkinang-Pekanbaru.
          
Diungkapkan Nukman Hakim bahwa berdasarkan pendataan lapangan oleh tim ganti rugi tanah ternyata jumlah persil tanah pada ruas jalan yang akan diganti rugi sebanyak 2.184 persil.Dan khusus untuk jumlah persil tanah diwilayah Kecamatan Tambang sebanyak 697 persil, dan sebanyak 685 persil telah dibayarkan ganti ruginya kepad
a para pemilik. Dengan demikian masih ada sekitar 12 persil tanah yang belum dibayarkan.
          
Permasalahan yang ditemukan pada 12 persil tanah yang belum dibayar ganti ruginya tersebut diantaranya, tidak diketahui secara jelas pemilik atas tanah tersebut, adanya sengketa tanah, konplik interen keluarga pemilik tanah, masih sedikit keberatan atas nilai harga ganti rugi tanah, dan terdapatnya perbedaan data persil dengan kenyataan di lapangan.Namun demikian setelah digelar rapat lanjutan pembahasan ganti rugi lahan, kita optimis beberapa permasalahan tersebut dapat diatasi dan dengan demikian proses pengerjaan pelebaran jalan Bangkinang-Pekanbaru akan terus dilanjutkan.
          
Nukman Hakim menambahkan bahwa saat ini pengerjaan pelebaran jalan Bangkinang-Pekanbaru berupa kegiatan penimbunan, pengerasan badan jalan terus dilanjutkan oleh pihak Dinas PU Provinsi Riau.”Bila kegiatan pelebaran jalan ini tuntas maka jarak tempuh antara Bangkinang dan Pekanbaru akan lebih cepat dari sebelumnya, ujar mantan Kadis Perhubungan Informasi dan Komunikasi Kabupaten Kampar. (HumasKampar){jcomments on}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.