Pengesahan Perda RTRW Kembali Ditunda

Dikatakan Firman, Pansus RTRW dengan sangat amat berat hati dan disertai dengan permohonan maaf  bahwa Pansus RTRW belum bisa menyetujui pengesahan Ranperda RTRW ini karena berdasarkan hasil konsultasi ke Kementrian Kehutanan tanggal 30 Mei 2013 lalu dan Badan Informasi Geospasial pada 31 Mei 2013 lalu maka kepada Pansus disarankan untuk ditunda terlenih dahulu sembari menunggu hasil evaluasi Kementrian Kehutanan terhadap usulan RTRW Kabupaten Kampar khususnya terkait dengan kawasan hutan.

“Menurut informasi yang disampaikan kepada kami, hasil evaluasi tersebut sudah berada di meja Kementrian dan akan selesai ditandatangani pada bulan Juni tahun 2013 ini, sehingga apabila evaluasi Kementrian Kehutanan selesai maka bisa langsung menyesuaikan dengan rancangan Perda RTRW Kabupaten Kampar tanpa dilakukan kembali penyesuaian atau perbaikan Perda terhadap kelanjutan pembahasan Ranperda RTRW ini kami serahkan sepenuhnya kepada sidang paripurna dewan yang terhormat ini,” ujar Firman.

Dalam laporan itu, Firman juga menyampaikan, lika liku perjalanan Ranperda RTRW ini. Ranperda RTRW ini disampaikan Bupati Kampar pada tahun 2012 berdasarkan surat Bupati Kampar Nomor 180/HK-SRT/136 tanggal 22 Desember 2011 tentang pengajuan 9 Ranperda. Selanjutnya surat Bupati Kampar Nomor 180/HK-SRT/12 tanggal 14 Februari 2012 tentang penyampaian Ranperda.

Kemudian pada 7 Maret 2012   dibentuk Pansus pembahasan 9 Ranperda ini. Salah satu dari 9 Ranperda ini adalah Ranperda RTRW yang dibahas oleh Pansus II. Selanjutnya pada sidang paripurna 26 Maret 2012 , Pansus II  hanya dapat menyetujui tiga Ranperda dari 4 Ranperda. Adapun yang belum disetujui adalah Ranperda RTRW.

Berdasarkan usulan tambahan waktu, pada 8 April 2013 ditetapkan susunan Pansus pembahasan Ranperda RTRW atau perpanjangan SK Pansus II terdahulu.

Berdasarkan keputusan DPRD tersebut maka Pansus RTRW kembali melakukan pembahasan. Diantara perkembangan pembahasan itu kata Firman Wahyudi dalam laporan Pansus RTRW kemarin adalah, salah satu yang menjadi perhatian Pansus adalah terhadap luas wilayah kawasan lindung, kawasan suaka alam, kawasan hutan produksi, kawasan pertanian, dan kawasan peruntukan lainnya yang termaktub didalam Ranperda RTRW.

Maka terhadap kebijakan penentuan luas kawasan tersebut Pansus meminta kepada Pemerintah Daerah untuk merinci pembagian luasan kawasan berdasarkan kecamatan.

Kemudian Pansus RTRW juga menyampaikan, sebenarnya yang menjadi perdebatan di Pansus dan belum mendapatkan solusi adalah terhadap belum terakomodirnya usulan beberapa desa, jalan menuju beberapa desa untuk dilepaskan atau dikeluarkan dari kawasan hutan padahal desa tersebut sudah ada sebelum Indonesia merdeka.

“Di lain sisi perusahaan sawit yang tidak memiliki izin dan baru berdiri tiga sampai lima belas tahun yang lalu diusulkan untuk dikeluarkan dari kawasan hutan seperti PT RAKA, PT Agro dan lain sebagainya,” ujar Firman. (Humas Pemkab Kampar ){jcomments on}

3 tanggapan untuk “Pengesahan Perda RTRW Kembali Ditunda

  • 12/08/2018 pada 06:20
    Permalink

    Hello. I see that you don’t update your blog too often.
    I know that writing content is boring and time consuming.
    But did you know that there is a tool that allows you to create new posts using existing content (from
    article directories or other blogs from your niche)?
    And it does it very well. The new posts are unique and pass the copyscape test.
    You should try miftolo’s tools

  • 13/08/2018 pada 13:38
    Permalink

    I see you don’t monetize your page, don’t waste your traffic, you
    can earn additional cash every month. You can use the best adsense alternative for any type of website (they approve all websites),
    for more info simply search in gooogle: boorfe’s tips
    monetize your website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.