Terdakwa Pengeroyokan Suporter PSPS Bantah Keterangan Saksi

Kepala PN Bangkinang Toto Ridarto SH melalui Humas PN Bangkinang Jumadi MH kepada wartawan usai persidangan menjelaskan, sidang ini masih mendengarkan keterangan sejumlah saksi dalam aksi bentrok tersebut, yang disidangkan adalah tiga terdakwa yakni YP alias YG, BH alias BB dan IAP alias IH yang semuanya masih pelajar dan dibawah umur. Dalam sidang  dengan nomor perkara: 113/pid.B/2013 ini bertindak sebagai JPU adalah Kicky Arianto SH dan Agung Irawan SH dari Kejaksaan Negeri.

Sidang ini sendiri tertutup  untuk umum karena pelaku dan korban masih dibawah umur. Sidang sempat diskor untuk pelaksanaan Solat Ashar dan berakhir hampir masuknya waktu Sholat Magrib.

“Saksi yang kita periksa dan kita dengarkan keteranganya adalah Taufik Hidayat , yang merupakan kakak kandung dari korban Tegar yang meninggal dalam bentrok tersebut. Saat itu Taufik menjelaskan kronologis mereka dihentikan dari kendaraannya dan dipukuli berulang kali hingga Tegar jatuh tersungkur selanjutnya kritis,” ujarnya.

Dalam sidang ini juga diceritakan secara detilnya termasuk bagaimana korban dan adik dan kakaknya menjerit minta tolong agar jangan ada pemukulan, karena mereka tidak mengetahui apa-apa dari bentrok tersebut, sayangnya ini tidak didengarkan dan aksi pemukulan serta pelemparan batu tetap terjadi.

Namun dalam sidang ini, ketiga terdakwa membantah semua keterangan saksi, sidang selanjutnya akan diagendakan minggu depan untuk mendegarkan keterangan saksi yang lain.

Aksi bentrok suporter PSPS ini terjadi pada Minggu (8/3) yang lalu menjelang digelarnya pertandingan antara PSPS vs Persela Lamongan di Stadion Tambusai Bangkinang.

Aksi dimulai dengan adnaya koncoi para suporter pendukung PSPS ini, dimana ada dua kubu pendukung yaitu Askar Theking dengan seragam biru-biru dan Curvanord dengan seragam hitam-hitam.

Dalam perjalanan ini kedua kubu ini saling mengejek dan adu mulut, sesampaikanya di Mesjid Raya Tambang terjadi perselisihan, dan Curvanord yang menggunakan bus putar arah balik ke Pekanbaru, namun dalam perjalanan mereka menghentikan kendaraan yang ditumpangai Tegar dan kawan -kawan yang merupakan kubu Asykar Theking, mereka juga melempar batu dan memukul Tegar hingga kritis. YP dan kawan kawannya menyerahkan diri ke polisi dua hari kemudian. (Suarakampar.com){jcomments on}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.